RadarBlitar.com – Anis Rohmawati adalah seorang mantan Tenaga Kerja Wanita asal Kabupaten Blitar yang merintis usaha dengan mengolah makanan menjadi aneka keripik.

Dengan berbekal pinjaman uang dari bank, kini beliau sudah menjalankan usaha ini selama 7 tahun. Usahanya sangat berkembang pesat dan memiliki keuntungan yang besar.

Olahan makanan yang sudah Anis produksi adalah beragam keripik buah seperti keripik nangka, keripiki pisang, keripik ketela, dan keripik usus pepaya, serta olahan dodol buah yang manis asam.

Setiap bulannya, Anis bisa memperoleh pendapatan sebesar Rp 80.000.000 an. Keripik milik Anis yang paling unik adalah keripik usus pepaya. Keripik usus ini berbahan dasar dari buah pepaya muda.

Camilan tersebut bisa menjadi salah satu alternatif pilihan bagi orang-orang yang vegetarian atau masyarakat yang ingin makan camilan sehat.

Inspirasi Munculnya Keripik Usus Pepaya

Memiliki nama keripik usus karena tampilan dari keripik ini sangat mirip seperti usus yang berbalur dengan tepung dan kemudian digoreng. Bahkan, rasa keripik usus pepaya ini tidak jauh berbeda dengan keripik asli dari usus ayam.

Anis yang merupakan warga Desa Gogodeso Kecamatan kanigoro Kabupaten Blitar ini memiliki ide tersebut karena terinspirasi dari masalah teman-temannya. Beliau melihat banyak temannya yang tidak mau mengonsumsi usus karena memiliki kolestrol yang tinggi.

Kemudian munculah kreativitas Anis dengan meracik bahan seperti akan membuat keripik usus. Selanjutnya, beliau mencari buah yang memiliki tekstur dan rasa yang hampir sama dengan usus ayam.

Akhirnya, Anis menemukan pepaya yang masih mengkal. Anis mencoba membuatnya beberapa kali sampai tahu proses pembuatan yang bisa menampilkan hasil bagus.

Proses Pembuatan Keripik Usus Pepaya

Kata perempuan cantik berumur 49 tahun tersebut, proses pembuatan keripik usus pepaya memang mmebutuhkan waktu yang lebih lama daripada keripik usus yang asli dari ayam.

Sebelumnya, Anis mengiris dengan tipis pepaya yang masih mengkal. Lalu, irisan pepaya tersebut beliau cuci dengan air panas untuk menghilangkan getah pada buahnya.

Setelah bersih, irisan pepaya dijemur hingga kering. Proses menjemur ini bisa menghabiskan waktu sampai dua hari, lho.

Ketika irisan pepaya benar-benar sudah mengering, selanjutnya Anis merendamnya ke dalam air yang mendidih hingga teksturnya menjadi lebih empuk.

Irisan pepaya yang sudah empuk lalu dicampur dengan bumbu halus seperti ketumbar, garam, bawang putih, penyedap rasa, dan telur. Jika bumbu sudah meresap, baru irisan dibaluri tepung.

Anis menyebutkan ada 4 jenis tepung yang beliau gunakan, yakni tepung beras, tepung terigu, tepung kanji, dan tepung maizena. Selanjutnya, pepaya masuk dalam minyak panas.

Masyarakat yang ingin menikmati renyah dan gurihnya keripik usus pepaya ini, cukup mengeluarkan uang sebesar Rp10.000 untuk kemasan 150 gram. Keripik unik ini bisa kamu dapatkan di toko oleh-oleh khas Blitar.

Keripik Usus Pepaya Go International

Pemasaran keripik usus pepaya ini sudah mencakup beberapa kota besar di Jawa Timur hingga melayani permintaan manca negara seperti Malaysia, Hongkong, dan Singapura.

Bisnis ini sudah semakin sukses dan berkembang. Oleh karena itu, kini usahanya menjadi tempat untuk studi banding oleh daerah lain, baik dari pemerintah daerah maupun para pengusaha dari berbagai daerah.

Tidak hanya itu, Anis pun sering menerima undangan sebagai narasumber dalam pelatihan yang ada di wilayah Pemerintah Kabupaten Blitar.

Apakah kamu tambah penasaran dengan rasa keripik usus pepaya khas Blitar ini? Yuk berkunjung ke Blitar dan nikmati camilan unik ini bersama rekan atau keluarga tersayang.

Bagikan:

Tim Radarblitar.com

Menyuguhkan berita faktual, aktual, dan bermanfaat | Literasi untuk aksi | Kontak Kerjasama Sponsored Post : inspiratipsmedia@gmail.com

Tinggalkan Balasan